Ketemu Project | Reza Mutia
10
archive,author,author-reza,author-10,qode-quick-links-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,hide_top_bar_on_mobile_header,qode-theme-ver-11.0,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-6.0.5,vc_responsive

The main event of the workshop was Pasar Ketemu, a pitching session conducted as a market. There was a space for each creative enterprise to present their products to the...

On Day 2, participants experienced Paint A Pot, factory tour, and Play with Clay sponsored by Jenggala Ceramics Bali. After the activities at Jenggala, the participants entered the session of...

30 participants from around Indonesia participated in a residential workshop titled “Ayo Ketemu!” (“Let’s Meet!”) on 28th June - 1st July 2019 in Denpasar, Bali. These participants come from various...

Omah apik, Desa Pejeng kembali menggelar kegiatan bersama anak - anak sekolah di Desa Pejeng untuk memaknai Tumpek Uduh. Pada kegiatan ini mengundang seniman Budi Agung Kuswara yang membuat seni...

[vc_row css_animation="" row_type="row" use_row_as_full_screen_section="no" type="grid" angled_section="no" text_align="left" background_image_as_pattern="without_pattern"][vc_column][vc_column_text]

Komunitas Ketemu Project didukung Creative Climate Leadership berkolaborasi dengan Clean Bali Series Omah Apik di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, menggarap proyek seni  ‘Kekasih Hari Sang Bumi’.

GIANYAR, NusaBali By Ni Wayan Noviantari Proyek seni melibatkan anak-anak sekolah dasar ini memaknai tradisi Tumpek Uduh (Tumpek Wariga). Pemaknaan ini dengan perspektif kelsetarian lingkungan oleh generasi milenial. Dalam proyek seni ini, anak-anak diajak mengumpulkan daun, bunga, ranting, yang gugur di sekitar pohon dan rumput. Bahan-bahan tersebut dirangkai menjadi instalasi seni manggunakan teknik fotografi manual dengan bantuan sinar matahari. Hasil karya mereka akan dipamerkan di Omah Apik Pejeng, hingga Rabu (18/12). Project Associate Yohanis Lamere mengatakan proyek seni ini mendatangkan seniman Budi Agung Kuswara. “Karya seni ini merupakan instalasi partisipatoris yang dibuat bersama sebagai bahasa ungkap sebuah kesadaran akan kehidupan yang terpancar dari tumbuhan dan pepohonan,” jelasnya. *nvi

In collaboration with Clean Bali Series, a community- based environmental movement initiated by Omah Apik Pejeng, we invited about 30 primaries to middle school students to do the same activity...

We visited SMK N 1 Mas Pejeng, Ubud on December 4th 2018 and had about 40 students involved in our education program. Art serves as a catalyst to convey the...