Ketemu Project | Articles Ketemu Tumpek
445
archive,category,category-articles-ketemu-tumpek,category-445,qode-quick-links-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,hide_top_bar_on_mobile_header,qode-theme-ver-11.0,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-6.0.5,vc_responsive

Omah apik, Desa Pejeng kembali menggelar kegiatan bersama anak - anak sekolah di Desa Pejeng untuk memaknai Tumpek Uduh. Pada kegiatan ini mengundang seniman Budi Agung Kuswara yang membuat seni...

[vc_row css_animation="" row_type="row" use_row_as_full_screen_section="no" type="grid" angled_section="no" text_align="left" background_image_as_pattern="without_pattern"][vc_column][vc_column_text]

Komunitas Ketemu Project didukung Creative Climate Leadership berkolaborasi dengan Clean Bali Series Omah Apik di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, menggarap proyek seni  ‘Kekasih Hari Sang Bumi’.

GIANYAR, NusaBali By Ni Wayan Noviantari Proyek seni melibatkan anak-anak sekolah dasar ini memaknai tradisi Tumpek Uduh (Tumpek Wariga). Pemaknaan ini dengan perspektif kelsetarian lingkungan oleh generasi milenial. Dalam proyek seni ini, anak-anak diajak mengumpulkan daun, bunga, ranting, yang gugur di sekitar pohon dan rumput. Bahan-bahan tersebut dirangkai menjadi instalasi seni manggunakan teknik fotografi manual dengan bantuan sinar matahari. Hasil karya mereka akan dipamerkan di Omah Apik Pejeng, hingga Rabu (18/12). Project Associate Yohanis Lamere mengatakan proyek seni ini mendatangkan seniman Budi Agung Kuswara. “Karya seni ini merupakan instalasi partisipatoris yang dibuat bersama sebagai bahasa ungkap sebuah kesadaran akan kehidupan yang terpancar dari tumbuhan dan pepohonan,” jelasnya. *nvi