Ketemu Project | Omah Apik Ajak Anak Sekolah Cintai Lingkungan
20355
post-template-default,single,single-post,postid-20355,single-format-standard,qode-quick-links-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,hide_top_bar_on_mobile_header,qode-theme-ver-11.0,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-6.0.5,vc_responsive

Omah Apik Ajak Anak Sekolah Cintai Lingkungan

Gianyar – Fajar Bali

By I Gede Sarjana Putra

Omah apik, Desa Pejeng kembali menggelar kegiatan bersama anak – anak sekolah di Desa Pejeng untuk memaknai Tumpek Uduh. Pada kegiatan ini mengundang seniman Budi Agung Kuswara yang membuat seni instalasi bersama anak-anak dengan tema ‘Kekasih Hati Sang Bumu’ Minggu (16/12) kemarin.

Pengelola Omah Apik Pejeng, Yohanis Lamere menyebutkan kegiatan kolaborasi dengan seniman tersebut guna merangsang anak-anak untuk memahami bahwa perayaan Tumpek Uduh itu bukan sekedar ritual atau penghormatan kepada tumbuhan saja. “Selain mengajak memaknai ritual, kami mengajak anak-anak untuk memaknai lebih dalam kecintaan terhadap lingkungan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari,” beber Lamere.

Dijelaskannya juga, memaknai lingkungan dengan cara bermain dan membuat karya sejenis seni kolase, menempel daun, bunga, dan ranting kecil. Pada saat menempel daun-daun itulah disisipkan pemahaman mencintai lingkungan. Sekitar 30 anak-anak bersemangat mengikuti kegiatan tersebut, membuat kolase dan kemudian menaruhnya di alam terbuka.

Seniman Agung Kuswara juga mengatakan hal yang sama, bahwa kegiatan tersebut untuk menyisipkan pesan bahwa mencintai lingkungan bukan hanya saat upacara Tumpek Uduh saja. “Memelihara lingkungan juga setiap hari, seperti kita merawat tubuh kita,” jelas Agung Kuswara. Dikatakannya juga Omah Apik selalu membawa pesan lingkungan kepada anak-anak, sehingga bisa diterapkan nanti setelah dewasa.