Ketemu Project | Pulang dan Berdaya
schizofriends art movement, schizophrenia, skizofrenia, pulang dan berdaya, rumah berdaya, skizofrenia bali
18953
post-template-default,single,single-post,postid-18953,single-format-standard,qode-quick-links-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,hide_top_bar_on_mobile_header,qode-theme-ver-11.0,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.5.2,vc_responsive

Pulang dan Berdaya

Dalam acara “Pulang dan Berdaya”, Angga Wijaya meluncurkan buku kumpulan puisi pertamanya yang berjudul Catatan Pulang di Rumah Berdaya, Denpasar, Sabtu, 20 Januari 2017. Yang menarik selain agenda peluncuran buku, diadakan pula pameran karya-karya seni rupa oleh ODS (orang dengan skizofrenia) sekaligus launching ruang Komang Ayu Septarini, sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang yang telah berjasa besar atas keberadaan Rumah Berdaya.

Angga Wijaya sendiri adalah seorang ODS yang didiagnosa pada saat masih kuliah. Ia terpaksa tidak bias menamatkan studinya, dan pulang kampung ke Jembrana. Namun ia tidak putus asa. Ia terus berjuang sekaligus berdamai dengan masa lalu. Hingga ia kemudian menemukan tempat menumpahkan ekspresinya, yakni dalam media puisi.

Buku kumpulan puisi Angga diluncurkan di Rumah Berdaya menjadi hal yang istimewa, karena Rumah Berdaya memakai pendekatan seni sebagai terapi dan penyembuhan. Seperti kita ketahui, pada umumnya  seorang dianggap mengidap kelainan jiwa karena ada kekacauan dalam cara berpikirnya, sehingga pola pikirnya menjadi tidak beraturan. Pola pikir yang kacau menimbulkan tindakan yang kacau pula, mudah meledak-ledak, kehilangan kontrol. Dari sinilah kemudian muncul stigma dari masyarakat “normal“ yang tak paham lalu menganggap mereka tak waras atau berbeda.

Seni, khusunya sastra dan seni lukis, dapat menjadi medium untuk penyembuhan karena sifatnya yang ekspresif, bebas dan cendrung liar. Imajinasi-imajinasi yang sulit diungkapkan dalam bentuk perbuatan dapat dituangkan dalam sebuah tulisan atau gambar, tanpa ada resiko membahayakan orang lain. Selaras dengan itu, Ketemu Project dalam programnya, Schizofriends Art Movement, mencoba untuk menfasilitasi mereka dalam menyalurkan ekspresi melalui seni.

Karya-karya warga ODS di Rumah Berdaya dapat memberikan gambaran tentang apa yang dirasakan, dipikirkan, bahkan masa lalu pelukisnya. Dari sinilah, Ketemu Project berusaha untuk mengembalikan sifat alami mereka melalui seni, sehingga mereka dapat kembali pulang ke dalam dirinya, mengenali hati, perasaan, dan pikirannya.