Ayo Ketemu! di Pasar Pitch

30 Juni 2019
in Rumah Sanur

Acara utama dari lokakarya ini adalah Pasar Ketemu, yaitu presentasi ide produk oleh para partisipan di depan juri dan publik. Disini publik bisa memilih secara langsung ide produk mana yang mereka sukai. Kemudian para juri menentukan 5 tim terpilih yang akan mendapatkan dana pendanaan sebesar Rp24 Juta, sesi bimbingan dan inkubasi selama 6 bulan, dan bantuan pemasaran dari Ketemu dan The Arts Development Company.

“Lorku”, Mental Health Kit by Vindy Ariella (Jakarta) & Khomsin (Solo)

Lorku adalah nama brand yang sedang dikembangkan oleh Vindy dan Khomsin. Brand ini membahas isu kesehatan jiwa dan mental dalam bentuk Mental Health Kit, yang berisikan buku jurnal, stiker, tato, dan reminder card. Desain di produk ini berasal dari Vindy sendiri dan juga kolaborasi Khomsin dengan penyang disabilitas mental teman-teman di Waluyo Jiwo, sebuah gerakan peduli kesehatan jiwa yang didirikannya di Blitar. Melalui Lorku, harapannya bisa meningkatkan kesadaran dan pengetahuan publik tentang kesehatan mental, dan tahu bagaimana cara mengetahui dan mencari bantuan saat merasa tidak nyaman.

“Kami sangat senang dan tidak menyangka. Kami harap produk kami bisa tumbuh di pasaran global dan berguna bagi banyak orang. Terima kasih, Gerakan Kreabilitas Ketemu project!”

“Perky Koma”, Surprise Wellness Kit, by Patricia Thebez (Jakarta) & Devi Soewono (Bali)

Produk-produk Perky Koma memiliki kepedulian mendalam terhadap isu kesehatan mental. Kolaborasi Patricia, seniman dari Jakarta dan Devi dari Bali ini bertujuan untuk mendukung kesehatan mental yang bergantung pada suasana hati (mood), sehingga produk yang diciptakan adalah produk fashion yang aksesorisnya dapat dikostumisasi sesuai dengan suasana hati pembelinya. Melalui Perky Koma, harapannya bisa membawa kegembiraan bagi penggunanya agar merasa lebih baik.

“Kami sangat senang dan bersyukur sudah terpilih jadi salah satu usaha kreatif. Kami harap kami dapat banyak ilmu dan pengalaman baru untuk berkontribusi di dunia ekonomi kreatif Indonesia dengan menciptakan dampak sosial yang kreatif. Kami juga berharap kreasi kami bisa membantu banyak orang di manapun berada.”

“Kuatilitas”, The Introduction of Indonesian Cultures Through Creative Arts, by Zakka Ghiffani (Jogja) & Kadek Winda (Bali).

Kuatilitas tercipta dari gabungan kata “kuat” dan “abilitas”. Zakka dan Winda berkolaborasi untuk membuat komik yang menceritakan tiga tokoh pahlawan disabilitas. Melalui komik dan merchandise mainan kertas, mereka ingin membawa pandangan yang positif terkait dengan isu disabilitas. Melalui produk ini, mereka berharap dapat menginspirasi dan mengurangi stigma di sekitar teman-teman disabilitas.

“Kami bangga menjadi satu dari lima tim terpilih. Banyak ilmu yang saya peroleh, juga pengalaman berkolaborasi yang menyenangkan. Semoga program seperti ini bisa terus diadakan dan memberi manfaat bagi banyak orang.”

“Iskandar Collective” by Dondik Robini (Lumajang) & Wulang Sunu (Jogja)

“Menjadi salah satu usaha kreatif adalah tantangan baru dan menyenangkan karena kami akan bisa melihat kesempatan dan metode kerja yang baru. Kami harap kolaborasi ini akan menjadi inisiatif yang baik untuk mendapatkan perspektif baru dalam menciptakan ekosistem yang inklusif dan menjadi manusia seutuhnya.”

A Handmade Cutlery Traveling Kits, by Yasminida, I Wayan Suta, I Nyoman Budiarta (Bali), Siti Maidina (Jambi), and Lalu Wisnu (Mataram)

Handmade Cuttlery Travel Kit ini berisi satu set peralatan makan buatan tangan yang dibuat dari bambu organik dari Desa Jatiluwih. Nantinya, set alat makan ini akan dikemas dengan kain yang coraknya terinspirasi oleh lukisan Bali karya seniman lokal, serta batik tradisional dari Kepulauan Indonesia. Paket alat makan ini juga salah satu usaha mengurangi sampah plastik, yang dibuat dengan penuh semangat dan bertanggung jawab.

“Gerakan Kreabilitas ini bisa menjadi ajang mempersatukan budaya/ seni nusantara dalam satu hasil karya yang bisa dinikmati oleh seluruh dunia. Terima kasih banyak atas kesempatan yang sudah diberikan kepada kami.”

DIDUKUNG OLEH