MEGAE YUK! Body & Mind

29 Juli 2017
in Denpasar Yoga Festival, Istana Taman Jepun

Akhir pekan ini menjadi sesuatu yang berbeda bagi Ketemu Project dan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI Simpul Bali). Pada perhelatan event Denpasar Yoga Festival 29 Juli 2017 di Istana Taman Jepun, keduanya berkolaborasi dalam sebuah workshop seni yang difasilitasi oleh seniman Ketemu Project, Budi Agung Kuswara (Kabul).

Kebanyakan dari peserta memutuskan mengikuti workshop ini karena merasa penasaran tentang bagaimana interaksi komunikasi dengan ODS. Sesaat ketika workshop dimulai, Kabul memperkenalkan diri dan membagi kelompok peserta berpasangan. Suasana terasa santai dan sesekali terlihat ekspresi canggung diantara peserta, namun pada momen tertentu mereka saling tersenyum dan terlihat semakin menikmati obrolan.

Pada tahap akhir workshop ini, Kabul mempersilahkan masing-masing pasangan peserta untuk menuliskan poin singkat dan hal paling berkesan selama obrolan berlangsung disebuah daun. Bersama pasangan workshopnya, para peserta kemudian menggantungkan daun tersebut disebuah pohon. Menjadikannya tidak sekedar sebuah instalasi seni komunitas, namun juga bentuk manifestasi anti-stigma terhadap Skizofrenia.

Di akhir workshop, saya bertanya kepada nama dari asal, salah seorang peserta pengunjung yang sejak awal terlihat antusias mengikuti workshop ini. Bagaimana kesan Anda berinteraksi dengan kawan ODS selama workshop berlangsung?

“Awalnya saya merasa apakah interaksi ini akan berbeda dengan interaksi saya kepada orang lain pada umumnya, namun ternyata tidak. Saya berkenalan dan menikmati obrolan dengan Sindu (ODS pasangannya, red) sama seperti saya berinteraksi dengan orang lain pada umumnya. Saya rasa tidak ada bedanya”.

Kabul memberikan penjelasan dan opininya tentang metode workshop sebagai sebuah bentuk intervensi seni. Ia tidak mengarahkan peserta pada interaksi tertentu yang mengarah pada satu kesimpulan dari cara pandang dan penilaiannya selaku seniman. Baik selama proses berlangsung maupun bentuk akhir dari karya yang dibuat bersama oleh para peserta.

Membiarkan ODS berinteraksi secara bebas dengan publik adalah perwujudan dari intervensi itu sendiri.