I DEWA PUTU MOKOH

1934 - 2010

Seperti yang ditulis dalam banyak artikel, Murni melakukan studi melukisnya bersama I Dewa Putu Mokoh, yang merupakan guru melukis Mondo (yang saat itu menjadi mitranya). Melalui Mokoh lah Murni diperkenalkan dengan gaya melukis yang hingga kini diasosiasikan dengan karya-karya Murni, yakni gaya Pengosekan dari Gianyar, Bali. Kuas utamanya adalah buatan tangan dari serpihan bambu, diwarnai berlapis-lapis, lalu luaran garis hitam yang dikenal sebagai “ngorten” diarsir untuk melengkapi lukisan.

Murni mengatakan saat di awal belajar melukis, ia banyak melukis berbagai jenis flora dan fauna, yang merupakan subjek atau tema yang umum ditemukan di lukisan gaya Pengosekan, meskipun Mokoh sendiri tidak dikenal karena lukisan dengan subjek atau tema ini. Sebaliknya, ia dikenal karena manipulasi radikal gaya ini, karena ia akan melukis adegan kehidupan sehari-hari termasuk humor dan hubungan seksual. Sebagai contoh, adegan seorang wanita setengah telanjang yang sedang bersantai atau pasangan yang sedang di tempat tidur bersama dan ada yang mengintip dari luar jendela, dan visual metaforis lainnya tentang hubungan seksual, dan bahkan seseorang yang melahirkan.

Karya-karya Murni dari sekitar tahun 1992 hingga 1998 yang berada dalam koleksi Yayasan I GAK Murniasih terlihat sangat menyatu baik bahasa Mokoh dan bahasa visual tradisional, warna dan tema.

Related Project

array(0) { }

Other Artist