Gerakan Kreabilitas

Gerakan Kreabilitas adalah sebuah proyek kolaboratif yang membahas tentang keterbatasan akses lapangan pekerjaan bagi orang dengan disabilitas di Indonesia.

Di proyek ini kami bekerja sama dengan The Arts Development Company (ADC), yaitu kewirausahaan sosial yang berbasis di Dorset, UK. Melalui proyek ini, kami ingin masyarakat luas sadar dan berdiskusi soal hak penyandang disabilitas dalam mendapatkan pekerjaan yang layak. Kemampuan orang dengan disabilitas sebenarnya tak kalah hebat kok dengan orang pada umumnya.

Gerakan Kreabilitas didukung oleh dana hibah British Council, melalui program Developing Inclusive Creative Economy (DICE). Proyek dimulai dari Maret 2019 – Maret 2020.

Di bawah nama proyek yang sama, Ketemu memperluas jangkauan proyek ini ke 3 negara ASEAN lainnya, dengan dukungan dari YSEALI Seeds for the Future Grant. Proyek ini dimulai dari Februari – Oktober 2019.

Partisipan lokakarya Gerakan Kreabilitas

Di Indonesia

  • Lokakarya dengan 30 orang pegiat kreatif
  • Inkubasi kreatif dan program bimbingan untuk 5 tim terpilih
  • Pengembangan produk atau jasa
  • Pembuatan toolkit tentang inklusivitas kolaborasi seni dan kreatif. Toolkit bisa diakses di sini

Di Inggris

  • Lokakarya pengembangan kemampuan berbisnis untuk penyandang disabilitas melalui program Culture+
  • Inkubasi kreatif dan bimbingan pengembangan produk bersama-sama dengan tim di Indonesia
  • Membuat toolkit dan panduan lainnya tentang pengalaman selama program, dengan harapan bisa membantu teman-teman lainnya yang akan membuat program serupa.
Budiarta, seniman dari Yayasan Cahaya Mutiara Ubud, sedang memegang sebuah pin hasil kolaborasi seniman Andre Williams dengan IntoArt, yaitu wirausaha sosial berbasis di Inggris
Karya Kabul dan Loster di pameran Now Is A Good Time

Di ASEAN

Dengan dukungan pendanaan dari (Young Southeast Asian Leaders Initiatives), kami memilih sepasang seniman difabel dan non-difabel dari empat negara ASEAN.

Mereka berkolaborasi untuk menciptakan suatu karya. Tiap pasang seniman tersebut dibimbing oleh seorang kurator secara daring dalam membuat kerja sama yang ramah disabilitas, sehingga mendorong terbentuknya ekonomi kreatif yang inklusif.

Hasil dari program ini adalah pameran karya, coloring kit, dan pemetaan seni dan disabilitas di Asia Tenggara.

Working together with The Arts Development Company (ADC) as an employee-led social enterprise based in Dorset – UK, we will raise awareness, stimulate discussion, effect a change in perceptions, and prove the value of people with disabilities in the economy.

The project has been awarded British Council’s Developing Inclusive Economy (DICE) Programme Grant, running from March 2019 to March 2020.

Under the same project name, Ketemu will broaden the focus of this pilot to three other ASEAN countries with the support of the YSEALI Seeds for the Future Grant, running from February to October 2019.

Partisipan lokakarya Gerakan Kreabilitas

In Indonesia

  • Residential design thinking for 30 Creative Enterprises/Individuals
  • Creative incubation & mentorship for 5 chosen projects, products or services
  • Products and services development
  • Toolkit about inclusivity in art and creative collaborations. The toolkit can be accessed here.

In the UK

  • Business Skills Workshops by for disabled creatives by Culture+ Programme
  • Creative incubation and mentoring developing services/products alongside the Indonesian delegates
  • We will be producing toolkits & resources from our experiences that we hope will help others working on similar projects.
Budiarta, seniman dari Yayasan Cahaya Mutiara Ubud, sedang memegang sebuah pin hasil kolaborasi seniman Andre Williams dengan IntoArt, yaitu wirausaha sosial berbasis di Inggris
Karya Kabul dan Loster di pameran Now Is A Good Time

In ASEAN

Supported by funding from YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiatives) Ketemu will choose 1 pair of disabled and non-disabled artist from each respective countries to develop their partnership and co-create artworks.

Each pair will be supported by curators and online session mentorship to develop a robust model for disability-friendly partnership within creative enterprises and create an inclusive creative economy.

The outcome from this project will be focus on artworks, destination coloring kit responding to their artwork and online platform mapping arts and disability in South East Asia.