Kekasih Hati Sang Bumi

“Kekasih Hati Sang Bumi” adalah suatu proyek intervensi kreatif yang bertepatan dengan hari raya Tumpek Uduh. Nama ini berangkat dari gagasan bahwa manusia dan tumbuhan sama-sama mendapatkan kasih sayang dan asupan dan bumi.

Proyek ini didukung oleh PiNA dan Julie’s Bicycle, sebagai bagian dari program Creative Climate Leadership.
Setiap enam bulan sekali berdasarkan kalender Bali, ada hari raya Tumpek Uduh, yaitu hari dimana masyarakat Bali menyampaikan rasa syukur kepada tumbuh-tumbuhan yang telah memenuhi kebutuhan manusia. Hari ini juga sebagai pengingat bagi manusia untuk selalu kelestarian tumbuh-tumbuhan.
Ada berbagai cara yang kita lakukan dalam memaknai hari raya Tumpek Uduh, salah satunya adalah melalui seni. Karya seni diyakini sebagai penanda zaman, mengambil perannya dalam menjembatani jarak antara pemahaman bahasa lampau dengan generasi terkini (milenial) sebagai upaya pelestarian filosofi tradisi agar tidak kehilangan makna, serta kesadaran kontemporer agar tidak kehilangan akar.