Ketemu Project | Schizofriends Art Movement
18089
page-template,page-template-full_width,page-template-full_width-php,page,page-id-18089,page-child,parent-pageid-17937,qode-quick-links-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,hide_top_bar_on_mobile_header,qode-theme-ver-11.0,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.6,vc_responsive

Every person living with mental illness has the ability to right to live an active and fulfilling life

This initiative seeks to produce a dynamic experience for participants, with the goal of supporting psycho-social rehabilitation for people with mental disabilities and psycho-education for the public.
 
Established by Ketemu’s artist, Budi Agung Kuswara (Kabul), this initiative harnesses both open-ended tasks and designed experiences as a form of collective empowerment, that is both critical and therapeutic. The movement first begun as a collaboration between Kabul and psychiatrist Dr Gst Rai Putra Wiguna sp.KJ,  kickedstarted by a seed grant from the Mabesikan: Art for Social Change Project initiated by Search for Common Ground. Through a series of creative workshops held at Ketemu Project Space people with the condition from Bali were provided opportunities for expression and activities for them to develop a more vital relationship with reality. The workshops also enabled the community vocationally by providing skills for them to work and live more independently. After a series of public campaigns, Rumah Berdaya, a psychosocial rehabilitation centre was founded in 2016 with the support of the local government. This flagship creative space for people living with schizophrenia is now independently run by a team of psychiatrists and the members of Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) Bali.
 

Happenings

Megae yuk! workshop “You Through My Eyes” ini difasilitasi oleh Kabul, seniman sekaligus founder Ketemu Project. Megae kali ini berjalan seru, teman-teman ODS (orang dengan skizofrenia) Rumah Berdaya dikumpulkan di dalam satu ruangan, lalu diberi instruksi untuk saling berpasangan. Setelah itu, dengan posisi berhadapan, mereka menggambar fitur wajah teman di depannya sesuai apa yang mereka lihat.  Setelah menggambar wajah satu sama lain, mereka diminta untuk menggambar wajah mereka sendiri yang terpantul melalui cermin....

Ketemu Project berkesempatan menjadi co-host 'Bersua Program' di Bali, sebuah program dari Papermoon Puppet (Jogja) dan Arriba Las Hu! Manos. Arriba Las Hu! Manos adalah sebuah teater boneka tangan (hand puppet) yang berasal dari Argentina. Mereka sedang melaksanakan tur keliling dunia, dan Bali menjadi salah satu tempat singgah mereka....

Difasilitasi oleh Patricia Thebez, seorang fashion designer dari Jakarta, warga Rumah Berdaya diajak bermain “ular tangga”, permainan yang mengingatkan kita semua pada masa kecil. Namun, permainan ular tangga ini sedikit berbeda dari biasanya, tidak hanya membuat warga rumah berdaya bergembira, tetapi juga membantu mereka bercerita. ...

Dalam acara "Pulang dan Berdaya", Angga Wijaya meluncurkan buku kumpulan puisi pertamanya yang berjudul Catatan Pulang di Rumah Berdaya, Denpasar, Sabtu, 20 Januari 2017. Yang menarik selain agenda peluncuran buku, diadakan pula pameran karya-karya seni rupa oleh ODS (orang dengan skizofrenia) sekaligus launching ruang Komang Ayu Septarini, sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang yang telah berjasa besar atas keberadaan Rumah Berdaya....

Mahasiswa STIKES memberikan terapi seni kepada orang-orang dengan skizofrenia (ODS) melalui sebuah program perkuliahan khusus mereka di Rumah Berdaya selama 2 bulan. Jenis terapi seni yang mereka jalankan beraneka ragam, dari menyanyi, hingga menggambar/melukis. Kebetulan, program terapi melalui kegiatan menggambar bertepatan dengan partisipasi Rumah Berdaya di Denpasar Festival 2017....

Akhir pekan ini menjadi sesuatu yang berbeda bagi Ketemu Project dan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI Simpul Bali). Pada perhelatan event Denpasar Yoga Festival 29 Juli 2017 di Istana Taman Jepun, keduanya berkolaborasi dalam sebuah workshop seni yang di fasilitasi oleh seniman Ketemu Project, Budi Agung Kuswara (Kabul)....

Difasilitasi oleh seniman Ketemu, Budi Agung Kuswara (Kabul), megae sablon/screen printing menjadi kegiatan Schizofriends Art Movement pertama yang dilakukan di studio Ketemu Project. Lokakarya ini dilakukan sebanyak dua kali, pada tanggal 8 Mei dan 15 Mei 2016....

Memiliki skizofrenia bukan berarti menutup kesempatan untuk terlibat di segala aktivitas sosial. Teman-teman ODS berhasil menciptakan hubungan dunia sosial dengan turut menyemarakkan acara TED X Ubud. Warga komunitas Rumah Berdaya itu bersama-sama mencurahkan kreativitas mereka lewat sebuah artwork wall. Jaring-jaring dari benang biru pada medium dinding tersebut seolah menunjukkan bahwa semua manusia itu terhubung satu sama lain. Seperti kodratnya, manusia itu saling membutuhkan....

Bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional, warga Rumah Berdaya memanfaatkan momentum panen pertama untuk mengundang seluruh keluarga mereka dan masyarakat umum ke Rumah Berdaya. Suasana kala itu terasa hangat dan menyenangkan. ...

Made for Schizofriends Art Movement

by Rumah Berdaya
[products columns=”4″ orderby=”title” order=”” ids=””]