Chapter 1

Disabilitas di Indonesia

Cara Berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas

Dalam tulisan sebelumnya kita membahas alasan kenapa kita perlu merangkul penyandang disabilitas.

Selanjutnya kita akan membahas tentang cara berinteraksi dengan penyandang disabilitas. Bahasan ini berasal dari pengalaman kami saat mengadakan Gerakan Kreabilitas, kami menemukan bahwa beberapa teman-teman non-disable merasa canggung untuk berinteraksi dengan teman-teman disabled.

Kamu tentunya pernah merasa kesal jika ada orang yang memperlakukanmu seenaknya atau tidak adil. Begitu pulalah yang dirasakan teman-teman  penyandang disabilitas. Jadi perlakukan orang lain selayaknya kamu ingin diperlakukan. 

Jika kamu masih tak yakin bagaimana caranya, berikut etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas.

Etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas fisik

Tanya dulu apakah mereka butuh bantuan, karena tak semua orang mau ataupun butuh dibantu.

  • Hargai barang dan area pribadi mereka, seperti tak meletakkan barang kita di kursi rodanya atau memindahkan/memisahkan alat bantu tanpa sepengetahuan mereka
  • Saat bicara dengan pengguna kursi roda, usahakan posisi mata sejajar dengan mata mereka
Peserta memposisikan dirinya sejajar dengan pengguna kursi roda saat mereka berdiskusi

Etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas intelektual

  • Bicara dengan ramah dan tujukan langsung dengan orang yang ingin diajak bicara, bukan melalui pendamping
  • Perbanyak senyum
  • Menggunakan kata-kata sederhana dengan intonasi jelas
  • Jika ingin bertanya, gunakanlah pertanyaan terbuka (jawaban tidak hanya “ya” atau “tidak”)
  • Pastikan apakah mereka mengerti. Jika perlu, ulangi lagi poin-poin penting
  • Tak perlu terburu-buru saat berinteraksi dengan mereka
  • Berikan mereka waktu untuk memahami pembicaraan

Etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas mental

  • Tanyakan hal yang perlu kita ketahui sebagai pendamping/penyelenggara acara, seperti waktu istirahat, minum obat, dan lainnya
  • Bicara langsung dengan orang yang ingin diajak bicara, bukan melalui pendamping
  • Menggunakan kata-kata yang sederhana
  • Gunakan petunjuk-petunjuk pembantu, seperti gambar yang berlaku umum
  • Bicara dengan jelas dan perlahan

Usahakan lebih peka dengan keadaan mereka, karena tak semua penyandang disabilitas nyaman untuk membicarakan kondisi pribadi mereka

Etika berinteraksi kepada penyandang disabilitas sensorik

 

Dengan penyandang sensorik netra

  • Tanyakan apakah mereka butuh bantuan atau dampingan. Jika ingin didampingi, tanyakan dulu ingin didampingi seperti apa
  • Beritahu jika ingin meninggalkan mereka
  • Saat menuntun, biarkan mereka yang memegang pendamping. Bukan sebaliknya
  • Tidak memindahkan barang-barang mereka tanpa sepengetahuan mereka

Sebelum mulai berinteraksi, pastikan mereka sudah memperhatikan kita misalnya dengan menepuk lembut di pundak dan lengan atas

Orang sedang berkomunikasi berhadapan dengan Tuli dan dibantu oleh Juru Bahasa Isyarat

Dengan Tuli

  • Pastikan mereka sudah melihat kita sebelum berkomunikasi.
  • Pastikan situasi di belakang kita tidak ramai saat sedang berbicara dengan mereka
  • Pilihlah tempat yang terang
  • Usahakan berhadap-hadapan saat bicara
  • Posisikan tubuh dan wajah terlihat jelas oleh mereka, tangan jangan menutupi wajah kita
  • Gunakan pakaian dan aksesoris yang sederhana untuk meminimalisir gangguan

Ketika berkomunikasi, lihatlah ke orang yang sedang kalian bicara dengan, bukan melihat ke Juru Penerjemah Bahasa Isyarat

  • Berbicara perlahan dan gunakan kata-kata sederhana
  • Jika berkomunikasi melalui tulisan, pastikan tulisan terlihat jelas dan tak terlalu panjang
  • Pastikan apakah mereka sudah mengerti atau belum

Demikianlah beberapa cara berinteraksi dengan penyandang disabilitas yang kami dapat dari belajar dan memperhatikan teman-teman penyandang disabilitas. Tentunya perjalanan kami masih panjang, dan masih banyak yang kami harus dan ingin pelajari. Jika ada hal yang kurang, atau mungkin tidak sekenan dengan kalian, silahkan email kami atau DM kami di Instagram

Dalam tulisan selanjutnya kita akan membahas kenapa perlu berkolaborasi dengan penyandang disabilitas?

 

Artikel ini adalah bagian dari : Toolkit Inklusivitas: Kolaborasi Seni dan Kreatif . Keseluruhan toolkit ini dapat diunduh dalam bentuk PDF.

Toolkit ini adalah salah satu hasil proyek kami Gerakan Kreabilitas, sebuah program dari British Council: Developing Inclusive Creative Economy (DICE)